Sabtu, 01 Desember 2012

Pertumbuhan Dan Perkembangan

Diposkan oleh Syafitri Yumikesari di 04.00
Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan

Hal pertama yang cukup penting pada bahasan ini adalah perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan. Dari berbagai sumber yang simpang siur (saya sendiri bingung karena perkataan tiap-tiap orang beda).
penambahan berat badan merupakan perubahan kuantitas yang bisa diukur (pertumbuhan)
Pertumbuhan merupakan proses perubahan yang bersifat kuantitatif, bisa diukur menggunakan satuan (cm, kg, dsb) dan biasanya bersifat irreversible (tidak bisa kembali). Contoh sederhananya adalah bertambah beratnya bayi dari waktu ke waktu, bertambah panjangnya akar dan batang pada tanaman.
Perkembangan merupakan proses perkembangan yang bersifat kualitatif sehingga tidak ada ukuran atau satuan bakunya, biasanya mengarah pada kedewasaan individu, bersifat reversible (bisa kembali lagi). Contohnya perkembangan ciri kelamin sekunder pada manusia, keluarnya bunga sebagai alat perkembangan generatif yang menunjukkan kedewasaan individu tersebut.
Mengenai irreversible ataupun reversible bisa kita logika sebagai berikut :
Irreversible karena pada pertumbuhan akar, kita tidak akan pernah melihat akar tumbuh memendek, pasti akan selalu memanjang. Sedangkan pada perkembangan ovum misalnya, akan ada fase-fase dimana akan mengikuti suatu siklus yang berulang ulang ( siklus menstruasi ) sehingga ‘reaksinya’ terjadi bolak-balik atau reversible.  
Tips: untuk mempermudah menghapalkan perbedaannya, hapalkan saja salah satunya.
Pertumbuhan pada tanaman ada 2 macam dan semuanya disebabkan oleh suatu jaringan yang sangat aktif membelah disebut jaringan meristem.
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi sejak tanaman berkecambah. Pertumbuhan ini utamanya mengarahkan tanaman untuk memanjang kearah atas dan bawah. Dan disebabkan oleh pembelahan meristem apikal (meristem yang terdapat di ujung batang dan akar). Pertumbuhan primer ini ada pada tanaman dikotil maupun monokotil.
Pertumbuhan Sekunder adalah pertumbuhan setelah terjadinya pertumbuhan pertumbuhan primer. Pertumbuhan ini utamanya mengarahkan batang untuk tumbuh ke samping (memperbesar volume). Dan disebabkan oleh meristem sekunder atau kambium. Pertumbuhan ini biasanya hanya terdapat pada tanaman dikotil saja.
Meristem sendiri ada 3 macam
  1. Meristem apikal yang terdapat tepat di belakang ujung akar dan batang.
  2. Meristem lateral yang terdapat di ujung-ujung rating dan daun yang mengarahkan tanaman tumbuh ke samping.
  3. Meristem interkalar yang terdapat pada ruas-ruas tanaman berguna untuk memperpanjang ruas-ruas tanaman, pada bambu misalnya.















Pertumbuhan dan perkembangan part 2



Setelah mengerti mengenai dasar-dasar pertumbuhan dan perkembangan, selanjutnya kita mempelajari contoh-contohnya di dalam kehidupan sehari-hari. ( Note : hampir seluruh buku di indonesia menjelaskan mengenai pertumbuhan biji saja, jarang sekali membahas dan mengeluarkan soal selain pertumbuhan biji )
struktur dan anatomi biji
Gambar diatas menerangkan mengenai biji dengan bagian-bagiannya. Yang paling sering dikeluarkan dalam soal ( ulangan harian, UN, ataupun SNMPTN )biasanya berkisar pada proses imbibisi (peristiwa masuk atau meresapnya air ke dalam biji) dan juga pertumbuhan kecambah yang dibagi menjadi  dua golongan, hipogeal dan epigeal.
Imbibisi
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa imbibisi adalah peristiwa masuk atau meresapnya air ke dalam biji. Peristiwa ini mengakhiri masa dorman (istirahat / tidur / hibernasi) pada biji, setelah biji menemukan lingkungan yang sesuai untuk tumbuh. Proses ini di  follow up  dengan ‘terbangunnya’ embrio yang dengan segera akan mengeluarkan enzim giberelin (akan dijelaskan lebih lanjut). Enzim giberelin akan menyebar ke seluruh biji termasuk ke selaput tipis biji yang disebut aleuron. Aleuron yang terkena giberelin akan menghasilkan enzim-enzim pencerna, misalnya lipase.  Endosperm yang merupakan cadangan makanan embrio (biasanya berisi lipid dan amilum), terkena enzim pencernaan tersebut dan akhirnya berubah menjadi glukosa, asam lemak, gliserol dll yang dapat digunakan oleh embrio tanaman untuk memulai pertumbuhan.








Perkecambahan
Proses perkecambahan hanya dibagi menjadi dua golongan, yaitu
Hipogeal dan epigeal
 Hipogeal, proses perkecambahan dimana kotiledon tanaman tetap berada di dalam tanah.
 Epigeal, proses perkecambahan dimana  kotiledon tanaman terangkat keluar dari tanah.

Kotiledon


Kotiledon dari kecambah rapa (Brassica napus).
Kotiledon (disebut juga kotil atau daun lembaga) adalah bakal daun yang terbentuk pada embrio. Kotiledon merupakan organ cadangan makanan pada biji sekelompok tumbuhan, sekaligus organ fotosintetik pertama yang dimiliki oleh tumbuhan yang baru saja berkecambah. Walaupun bagi kecambah ia berfungsi seperti daun, kotiledon tidak memiliki anatomi yang lengkap seperti daun sejati.
Biji yang menyimpan cadangan makanan di kotiledon bagi kecambah disebut sebagai biji kotiledonik. Pada tumbuhan dengan biji kotiledonik, kotiledon telah terbentuk pada saat tumbuhan masih di dalam biji (embrio atau lembaga). Yang tergolong tumbuhan semacam ini misalnya dari suku polong-polongan (Fabaceae) dan suku kubis-kubisan (Brassicaceae).
Klasifikasi tumbuhan klasik membedakan dua kelompok besar tumbuhan berbunga (Angiospermae) berdasarkan cacah kotiledonnya: Dicotyledoneae (berkotil dua) dan Monocotyledoneae (berkotil tunggal). Walaupun jarang dikemukakan, tumbuhan berbiji terbuka juga memiliki kotiledon, namun banyaknya untuk setiap spesies berbeda-beda sehingga tidak dapat digunakan sebagai penciri.
Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) juga memiliki kotiledon yang banyaknya bervariasi, tergantung spesiesnya. Sejenis tusam ini mempunyai delapan kotiledon.

  

0 komentar:

 

My World My Zone Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare

Wavy Tail